Translate
Tampilkan postingan dengan label sawit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sawit. Tampilkan semua postingan
- Lokasi di Tulang Bawang, Lampung, dengan luasan yang panen lahan 48 ha, Asal bibit dari Lokal, Bakri brothers, Marihat, dengan umur tanaman 6-8 tahun.
Pupuk NASA yang digunakan adalah PowerNutrition, POC NASA, HORMONIK, dan AERO 810. Sedang Pupuk NPK sebelum dengan Produk PT NASA sebesar 350-400kg/ha, dan hanya 175kg/ha ketika telah mengaplikasikan pupuk PT NASA.
Manfaat yang diperoleh setelah aplikasi Produk PT NASA, adalah:
- daun hijau mengkilat setelah 2 bulan aplikasi Produk PT NASA
- Panen buah sejak dari bunga sebelum aplikasi adalah 5,5 bulan, setelah aplikasi lebih cepat panen (4,5 bulan)
- Jumlah buah keliling bertambah, dan berat janjang meningkat biasanya TBS dengan BJR 8 kg, setelah aplikasi meningkat menjadi BJR 17 kg
- Yang lebih menyenangkan adalah potongan refraksi rendemen minyak turun dari 12%-17% menjadi hanya 3%-4% saja. sehingga petani sawit mendapatkan uang lebih banyak dengan berat yang sama.
SAWIT LAMPUNG: UNTUNGNYA TAMBAH
Pengguna: T. Nur Jabar AB
Lokasi Kebun : Alue Bata, Nagan Raya, NAD
Luas Pemakaian: 1 hektar (165 pokok)
Jenis Bibit : Tidak diketahui
Umur Tanaman: tahun tanam 1992
Ketika pertama kali datang ke kebun T Nur Jabar kondisinya menyedihkan dan tidak terawat. Terlihat pelepah daun serta daunnya menguning serta janjang dan bunganya sangat jarang. Dan tentu saja produktivitasnya sangat rendah, padahal umur tanaman telah menginjak 15 tahun (saat data diambil).
Karena kecintaannya terhadap tanaman sawit yang terlantar tersebut, Bapak Jabar mencari cara untuk memperbaikinya. Hingga pada akhirnya Bapak Jabar berkenalan dengan pupuk organik premium dengan konsep program PIKAT untuk memberikan therapi. Disebut premium karenan produk tersebut sangat khas dan diperlukan dalam jumlah yang kecil namun memberikan manfaat yang luar biasa.
Awalnya beliau mencoba menerapkan hanya dengan 1 produk saja yaitu POWERNutrition dengan dosis 1 kg/hektar dengan pupuk makronya yang terdiri dari urea, TSP, dan KCL hanya 50 kg/hektar!. Beliau mencampur kedua pupuk tersebut hingga merata, kemudian ditebarkan ke tanaman. Sehingga jika dihitung per pokok total hanya mendapatkan kira-kira 31 gram. Dosis yang jauh dari ideal. Hal ini dapat dimaklumi karena sangat sulit mendapatkan pupuk makro secara eceran di pelosok NAD.
Namun demikian beliau sangat bahagia karena 15 hari setelah aplikasi telah tampak perubahan pada tanaman sawitnya:
Lokasi Kebun : Alue Bata, Nagan Raya, NAD
Luas Pemakaian: 1 hektar (165 pokok)
Jenis Bibit : Tidak diketahui
Umur Tanaman: tahun tanam 1992
Ketika pertama kali datang ke kebun T Nur Jabar kondisinya menyedihkan dan tidak terawat. Terlihat pelepah daun serta daunnya menguning serta janjang dan bunganya sangat jarang. Dan tentu saja produktivitasnya sangat rendah, padahal umur tanaman telah menginjak 15 tahun (saat data diambil).Karena kecintaannya terhadap tanaman sawit yang terlantar tersebut, Bapak Jabar mencari cara untuk memperbaikinya. Hingga pada akhirnya Bapak Jabar berkenalan dengan pupuk organik premium dengan konsep program PIKAT untuk memberikan therapi. Disebut premium karenan produk tersebut sangat khas dan diperlukan dalam jumlah yang kecil namun memberikan manfaat yang luar biasa.
Awalnya beliau mencoba menerapkan hanya dengan 1 produk saja yaitu POWERNutrition dengan dosis 1 kg/hektar dengan pupuk makronya yang terdiri dari urea, TSP, dan KCL hanya 50 kg/hektar!. Beliau mencampur kedua pupuk tersebut hingga merata, kemudian ditebarkan ke tanaman. Sehingga jika dihitung per pokok total hanya mendapatkan kira-kira 31 gram. Dosis yang jauh dari ideal. Hal ini dapat dimaklumi karena sangat sulit mendapatkan pupuk makro secara eceran di pelosok NAD.
Namun demikian beliau sangat bahagia karena 15 hari setelah aplikasi telah tampak perubahan pada tanaman sawitnya:
- Daun-daun dan pelepah yang tadinya kuning berubah menjadi hijau segar hingga sedap dipandang.
- Apalagi setelah 2 bulan mulai muncul bunga-bunga secara serempak.
- Pada bulan ke-4 buah sudah dapat dilihat. Saat dipanen diperoleh rata-rata 17 kg per janjang yang sebelumnya hanya 10 kg serta buahnya kerdil.
- Selama therapi program PIKAT sejak Maret-Juni 2007, telah 5 kali panen dengan hasil 3.360 kg atau 3,36 ton.
- Tangkai buah yang renyah memudahkan untuk dipanen. Hal ini penting di NAD karena situasi saat itu yang sangat sulit menemukan orang yang mau bekerja untuk memanen sawit.
Selamat untuk Bapak Jabar yang telah mengambil keputusan yang tepat disaat kritis.
LAGI, PIKAT MEMBANTU REHABILITASI KEBUN SAWIT SETELAH PERANG
Pengguna: Sunardi
Lokasi Kebun : Simpang tukiang, Ujung Batu, Rokan Ulu, RIAU
Luas Pemakaian: 4 hektar
Jenis Bibit : Tidak diketahui
Umur Tanaman: 7-8 tahun (saat diambil data)
Riwayat kebun sawit milik Bapak Sunardi menarik karena sebelumnya adalah kebun yang ditelantarkan karena tidak produktif akibat bibit tidak diketahui asalnya. Kemudian Bp Sunardi mencoba untuk merawat kembali kebun tersebut agar menjadi produktif. Namun perkembangannya tidak sesuai harapan. Memang banyak yang kemudian berbuah, namun buah tersebut menurut istilah setempat adalah buah cengkeh alias buah yang kecil-kecil dan miskin rendemen minyaknya, sehingga dianggap tidak menghasilkan.
Akhirnya bpk sunardi memutuskan menggunakan program PIKAT sebagai alat THERAPI bagi kebun sawitnya untuk membuat kebun sawitnya dari terlantar menjadi menguntungkan. Penggunaan program ini dilaksanakan secara intensif dengan frekuensi aplikasi sebanyak 5 tahap. Beberapa produk untuk program PIKAT yang dimanfaatkan adalah SuperNASA, POCNASA, Hormonik, pada tahap I dan II dengan interval 1 bulan, kemudian pada tahap III, IV dan V selain di atas ditambahkan POWERNutrition dengan interval 3 bulan. Selama 5 tahap therapi tidak diberikan Pupuk Makro. Pupuk Makro diberikan pada tahap pemupukan berikutnya, yaitu RP, dolomit, Borax, dan Garam.
Hasil therapinya sebagai berikut:
Lokasi Kebun : Simpang tukiang, Ujung Batu, Rokan Ulu, RIAU
Luas Pemakaian: 4 hektar
Jenis Bibit : Tidak diketahui
Umur Tanaman: 7-8 tahun (saat diambil data)
Riwayat kebun sawit milik Bapak Sunardi menarik karena sebelumnya adalah kebun yang ditelantarkan karena tidak produktif akibat bibit tidak diketahui asalnya. Kemudian Bp Sunardi mencoba untuk merawat kembali kebun tersebut agar menjadi produktif. Namun perkembangannya tidak sesuai harapan. Memang banyak yang kemudian berbuah, namun buah tersebut menurut istilah setempat adalah buah cengkeh alias buah yang kecil-kecil dan miskin rendemen minyaknya, sehingga dianggap tidak menghasilkan.
Akhirnya bpk sunardi memutuskan menggunakan program PIKAT sebagai alat THERAPI bagi kebun sawitnya untuk membuat kebun sawitnya dari terlantar menjadi menguntungkan. Penggunaan program ini dilaksanakan secara intensif dengan frekuensi aplikasi sebanyak 5 tahap. Beberapa produk untuk program PIKAT yang dimanfaatkan adalah SuperNASA, POCNASA, Hormonik, pada tahap I dan II dengan interval 1 bulan, kemudian pada tahap III, IV dan V selain di atas ditambahkan POWERNutrition dengan interval 3 bulan. Selama 5 tahap therapi tidak diberikan Pupuk Makro. Pupuk Makro diberikan pada tahap pemupukan berikutnya, yaitu RP, dolomit, Borax, dan Garam.
Hasil therapinya sebagai berikut:
- bakal buah/bunga terus bermunculan tanpa jeda
- buah cengkeh (buah kecil-kecil) yang dahulu mendominasi, kini setelah program PIKAT menjadi buah normal
- pelepah daun renyah sehingga mudah dipangkas
- berat janjang sebelum therapi 20-23 kg, setelah Therapi rata-rata mencapai 31 kg
- Daging buah lebih tebal sehingga rendemen minyak meningkat
- Hasil setelah therapi menjadi 8 ton per 4 hektar tiap kali panen dari 4 ton per 4 hektar (panen dilakukan 2 kali per bulan)
5 BULAN : MODAL 5 JUTA-AN, HASIL 36,9 JUTA
Pengguna: Mufti
Lokasi Kebun : Paya Pinang, Serdang Bedagai, SUMUT
Luas Pemakaian: 10 hektar
Jenis Bibit : PPKS Medan
Umur Tanaman: 10 tahun (saat diambil data)
Petualangan kita lanjutkan ke kebun Bapak Mufti di Sumatera Utara. Beliau memiliki 10 hektar kebun sawit yang berumur 10 tahunan. Menurut beliau kini tepat saatnya menggunakan program PIKAT untuk sawit karena beliau merasa kesulitan karena harga pupuk makro terus melambung ditambah lagi barangnya sangat sulit didapat. Beliau selama ini membutuhkan tidak kurang dari 650 kg tiap tahun untuk tiap hektar kebunnya. Untuk 10 hektar kebun sawit yang dimiliki dibutuhkan 6500 kg atau 6,5 ton pupuk makro. Suatu jumlah yang sangat besar bagi petani seperti Bapak Mufti.
Oleh karena itu beliau berusaha mencari alternatif agar kekurangan pupuk makro dapat diatasi. Maka jatuhlah pilihan beliau pada program PIKAT. Dalam program ini beliau menggunakan total dosis produk PowerNutrition 1,5 kg, PocNASA 3 liter, Hormonik 600 cc untuk tiap hektar lahan selama 1 tahun yang dibagi dalam 3 tahap aplikasi. Dan beliau menggunakan pupuk makro hanya 300 kg untuk tiap hektarnya per tahun.
Segera setelah mengaplikasikan program PIKAT, Bpk Mufti melihat bahwa terdapat perbedaan secara visual pada tanamannya dibanding dengan kebun milik tetangga yang tidak menggunakan program PIKAT, yaitu:
- daun lebih hijau
- pelepah segar dan hijau
- tanah menjadi gembur
- munculnya bunga/bakal buah yang terus menerus tanpa jeda
- serta peningkatan produksi rata-rata dari 15 ton/hektar/bulan menjadi 20 ton/hektar/bulan
Sehingga setelah mengaplikasikan program PIKAT di kebun sawitnya, beliau mendapat keuntungan dari tidak kurang dari 84 juta rupiah (harga sawit saat itu Rp 1.400/kg). Belum termasuk lebih dari 15 juta dari konversi pengurangan pupuk makro dengan biaya penggunaan produk program PIKAT.
Sebuah hasil yang menakjubkan yang membuat Bpk Mufti sangat bersyukur kepada Tuhan.
DENGAN PIKAT, PUPUK HEMAT, UNTUNG 84 JUTAAN
Lokasi Kebun : Simpang Pematang, Tulang Bawang Lampung
Luas Pemakaian: 48 hektar
Jenis Bibit : Marihat dan Bakrie Nursery
Umur Tanaman: tahun 1999-2001
Menarik melihat kebun dengan yang dikelola dengan managemen sederhana namun efisien ini. Menarik karena dari sisi teknologi mereka sama sederhananya seperti petani sawit pada umumnya dengan budget untuk pemupukan yang minim namun mereka mampu meningkatkan produktivitas lahan yang dimiliki. Menurut data yang kami peroleh tanaman sawit di kebun ini rata-rata 6-8 tahun (saat data diambil). Managemen mengambil kebijakan untuk meningkatkan produktivitas lahan tanpa menambah budget terlalu tinggi, sehingga dipilihlah tehnologi yang memungkinkan untuk itu. Sehingga pilihan jatuh pada Program PIKAT.
Pada program ini ada 3 pilihan target yang mungkin dicapai. Dan Bp Purnomo memilih pilihan: meningkatkan produktivitas tanpa menambah budget, sehingga diberikan pilihan-pilihan alternatif bahan pupuk yang bisa dipakai. Alternatif yang mungkin adalah :
- Penggunaan pupuk NPK dikurangi hingga 50% (dari 350-500 kg menjadi 175kg) dan diberikan 1 tahun sekali, mengingat sangat sulit mencari pupuk makro saat ini.
- Sedang sisa anggaran bahan pupuk dianggarkan untuk PowerNutrition, POC NASA, Hormonik, dan Aero810.
- pupuk NPK (makro) dapat dikurangi hingga 50%
- buah panen lebih cepat yaitu 4,5 bulan, yang sebelumnya 5 bulan
- berat janjang rata-rata 17 kg, yang sebelumnya 8 kg
- peningkatan produksi menjadi 4,034 kg
- Ini belum termasuk keuntungan dari potongan pabrik akibat penyusutan yang hanya 3-4%, dari sebelumnya menggunakan program PIKAT yang dipotong 12-17%
NPK BERKURANG, UNTUNG BERTAMBAH JADI 289 JUTAAN
M. Cik Bustami (Petani Kelapa Sawit)
Ds. Harapan Baru, Kec. Sungai Lapan
Kab. Langkat, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara
Populasi tanaman sawit berjumlah 275 pohon. Umur sawit sampai dengan saat ini 18 bulan. Varietas nya Marihat. Produk-produk PT NASA yang telah saya gunakan diantaranya adalah ; POC NASA, SuperNASA, Hormonik, PESTONA, Pentana dan AERO 810.
Adapun aplikasi penggunaan produk yakni : 1 botol SPR + 3 Kg NPK dicampurkan dalam 200 liter air untuk pengocoran 135 pohon.
Dalam hal hama dan penyakit pada tanaman sawit, saya juga menggunakannproduk-produk NASA supaya pelepah jangan patah dan layu serta penyakit yang memakan daun muda, maka dalam pengendalian hama tersebut saya menggunakan produk diantaranya : PESTONA 60 cc + Pentana 30 cc + AERO 810 10 cc + POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc. Semuanya dicampur kedalam 1 cap solo (1 tangki) dan disemprotkan pada sawit pada sore hari.
Banyak manfaat dan keuntungan setelah saya menggunakan produk-produk NASA diantaranya adalah : 1). Daun tanaman menjadi hijau tua, 2). Pelepah turun ke bawah 3). Sudah ada yang berbuah di umur 18 bulan.
Pengaplikasian produk-produk PT NASA saya lakukan 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Setelah menggunakan produk PT NASA banyak kemajuan dan peningkatan hasil, sehingga bisa menghemat biaya seperti sekarang ini. Dengan produk PT NASA pertumbuhan sawit menjadi jauh lebih baik.
Ds. Harapan Baru, Kec. Sungai Lapan
Kab. Langkat, Pangkalan Brandan, Sumatera Utara
Populasi tanaman sawit berjumlah 275 pohon. Umur sawit sampai dengan saat ini 18 bulan. Varietas nya Marihat. Produk-produk PT NASA yang telah saya gunakan diantaranya adalah ; POC NASA, SuperNASA, Hormonik, PESTONA, Pentana dan AERO 810.
Adapun aplikasi penggunaan produk yakni : 1 botol SPR + 3 Kg NPK dicampurkan dalam 200 liter air untuk pengocoran 135 pohon.
Dalam hal hama dan penyakit pada tanaman sawit, saya juga menggunakannproduk-produk NASA supaya pelepah jangan patah dan layu serta penyakit yang memakan daun muda, maka dalam pengendalian hama tersebut saya menggunakan produk diantaranya : PESTONA 60 cc + Pentana 30 cc + AERO 810 10 cc + POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc. Semuanya dicampur kedalam 1 cap solo (1 tangki) dan disemprotkan pada sawit pada sore hari.
Banyak manfaat dan keuntungan setelah saya menggunakan produk-produk NASA diantaranya adalah : 1). Daun tanaman menjadi hijau tua, 2). Pelepah turun ke bawah 3). Sudah ada yang berbuah di umur 18 bulan.
Pengaplikasian produk-produk PT NASA saya lakukan 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Setelah menggunakan produk PT NASA banyak kemajuan dan peningkatan hasil, sehingga bisa menghemat biaya seperti sekarang ini. Dengan produk PT NASA pertumbuhan sawit menjadi jauh lebih baik.
SAWIT MUDA:TUMBUH LEBIH BAIK
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
Popular Posts
-
Suwanto (Petani Padi) Desa Srikaton, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati - JAWA TENGAH Hamparan tanaman padi Rojolele yang telah mengunin...
-
Udo (Petani Cabai) Cilumber, Ciboko, Lembang-Bandung, Jawa Barat Luas lahan yang saya tanami 2800 m2. Untuk luas lahan tersebut saya men...
-
Agus Sulistiyarso (Peternak Ayam Pedaging) Desa Dlimas, Kec. Banyu Putih, Kab. Batang Jawa Tengah Agus Sulistiyarso adalah seorang peter...
-
Subandrio (Petani Jeruk) Desa Jrakah Kec. Bayan Kab. Purworejo, Jawa Tengah Hamparan tanaman jeruk milik Bapak Subandrio menyejukkan ma...
-
RINGKASAN: Lokasi di Tulang Bawang, Lampung, dengan luasan yang panen lahan 48 ha, Asal bibit dari Lokal, Bakri brothers, Marihat, deng...



